NAMA : RINA RIZKI HARFATIANI
NIM : 0603621
KELAS : C1
JURUSAN : ILMU KOMPUTER
Abstrak
Sistem informasi pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah dilakukan belum maksimal yang mengakibatkan keakuratan data serta pendelegasian tugas setiap bagian masih terjadi kesalahan dalam pemrosesannya.
Sistem informasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu Instansi, dimana sekarang ini suatu Instansi dituntut untuk bekerja lebih cepat dalam segi pelayanan kepada pengguna atau masyarakat yang membutuhkan.
Untuk menangani masalah – masalah yang timbul khususnya pengolahan data serta laporan – laporan yang bersifat strategis maka dirancanglah suatu sistem pemasukan dan pengeluaran keuangan berbasis komputer yang terintegrasi dengan bagian yang terlibat khususnya lingkungan sekolah.
Langkah – langkah yang dilakukan dalam perancangan sistem yang berbasis komputer dan terintegrasi tersebut mulai dengan menganalisis sistem yang lama termasuk dokumen – dokumen yang digunakan, kemudian dirancang suatu sistem baru dengan cara membuat program aplikasi berbasis komputer yang bisa ikut mendukung kegiatan dalam sistem informasi pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah disamping menganalisis kebutuhan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), deskripsi file dan lainnya. Hasil perancangan sistem baru ini diharapkan dapat menyederhanakan, memaksimalkan prosedur dan lebih memudahkan dalam proses pengolahan data, pencarian data serta pencetakannya itu sendiri, permasalahan di atas dapat ditangani dengan penyajian informasi yang efisien, akurat, dan tepat waktu dalam proses sistem informasi pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah.
- 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Sarana peningkatan pengelolaan sistem keuangan di sekolah sangat menunjang untuk kelancaran pendokumentasian atau pelaporan keluar dan masuknya sumber keuangan. Oleh sebab itu kita tidak menutup mata apabila di era yang sangat modern ini sarana sistem informasi bidang keuangan sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran pelayanan yang ada saat ini.
Kondisi pelayanan sistem keuangan yang ada pada saat ini masih manual terutama di lingkungan pendidikan tingkat SMP dan SMA khususnya sekolah – sekolah negeri, dikarenakan keterbatasan sumber daya manusianya. Serta dana yang dimiliki sekolah yang sangat minim dari anggaran yang diberikan oleh pemerintah. Maka untuk menata sistem informasi keuangan demi kelancaran dan kemudahan serta membina segala kebutuhan pelayanan terhadap siswa dan para orang tua dalam pengadministrasian. Dengan semakin meningkatnya ilmu teknologi informasi maka sekolah – sekolah perlu ditunjang oleh sarana IT yang baik agar mempermudah pelayanan. Kurangnya SDM dibidang IT untuk pengadministrasian menjadi kendala bagi setiap sekolah – sekolah negeri, karena lulusan yang ada sangat minim untuk menguasai IT. Kondisi pengelolaan yang ada sekarang masih jauh tertinggal degan kemajuan bidang teknologi informasi karena itu Dinas Pendidikan perlu merekrut atau memberikan pelatihan yang lebih kontinue untuk menunjang kegiatan pengadministrasian di sekolah dan terus berupaya meningkatkan performasi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat atau siswa.
Pada Dinas Pendidikan khususnya lingkungan sekolah muncul suatu masalah dalam segi pelayanan administrasi keuangan, yang terpenting adalah pembuatan Sistem Informasi Keuangan yang akan tertata lebih baik, dalam segi pengeluaran dan pemasukan. Dalam proses pelayanan atau pelaporan nantinya akan lebih cepat dan akurat. Apalagi bentuk pelayanan manual yang sekarang ini cenderung lambat dan menimbulkan kekeliruan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna sistem informasi keuangan berbasis IT, dan belum ada pengolahan datanya, mulai dari entry data siswa hingga sumber – sumber yang menunjang kegiatan persekolahan terutama keuangan data dan pencetakan siatem keluar dan masuknya keuangan yang masih berbentuk manual dimana proses ini memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan satu laporan dalam bentuk harian,mingguan, bulanan,bahkan tahunan.
Melihat kondisi seperti ini penulis tertarik untuk mengembangkan sistem manual ke sistem komputerisasi mulai dari proses pengolahan data, pengentryan data sampai dengan pencetakan kartu atau kwitansi SPP siswa dan pelaporan. Untuk membuat sistem tersebut diperlukan perangkat lunak sebagai alat untuk melakukan pemrosesan.
Sistem informasi pelayanan keuangan ini sangat cocok bagi sekolah – sekolah yang notabene nya banyak menerima bantuan dari pihak pemerintah. Dengan bantuan komputer akan membantu kelancaran berjalannya sistem keuangan sekolah. Pengembangan suatu sistem informasi sering memiliki beberapa masalah, misalnya sumber daya manusia atau fasilitas yang tersedia kurang memadai atau tidak sesuai dengan teknologi informasi itu sendiri. Sistem informasi pelayanan keuangan sekolah ini, bukanlah dimaksudkan untuk meniadakan semua kemungkinan terjadinya kesalahan atua human error dan kalaupun kesalahan terjadi maka hal itu dapat diatasi dengan cepat.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan laar belakang masalah yang telah dikemukakan,identifikasi masalahnya antara lain :
- Bagaimana melakukan proses pengolahan basis data?
- Bagaimana penerapan sistem informasi pelayanan keuangan sekolah yang baik?
- Bagaimana system informasi pelayanan keuangan sekolah ini dapat memberikan konstribusi dalam mengolah laporannya?
- Bagaimana usaha sekolah khususnya Dinas Pendidikan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia?
- 2. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
Sistem informasi dalam suatu organisasi dikembangkan karena adanya dasar – dasar pertimbangan sebagai berikut :
- Pertumbuhan organisasi dalam organisasi kecil, system informasinya berkembang secara alamiah dan tidak terencana karena permasalahan yang dihadapi relatif sederhana, sedangkan dalam organisasi yang cukup besar , system informasi harus dirancang dan dikembangkan secara sistematik karena permasalahan yang dihadapinya lebih kompleks.
- Dengan adanya system informasi yang tidak disesuaikan kebutuhan masing – masing organisasi biasanya terjadi permasalahan yang menyangkut integritas system dan kodefikasi informasi bila terjadi tukar menukar informasi diantara unit – unit informasi.
Merujuk dari pengertian diatas maka dalam hal ini perlu kiranya dijelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan Sistem informasi keuangan sekolah adalah system pengelolaan keuangan yang berbasis manajemen sekolah diman system pelaporan mulai dari tingkat bawah hingga tingkat atas seperti kepala sekolah dan komunitas sekolah. Kepala sekolah sebagai orang yang mengambil keputusan sedangkan Komite Sekolah sebagai pengontrol alur keuangan yang bersumber dari masyarakat khususnya orang tua siswa ataupun sumber lain
Komponen – komponen dalam sistem informasi terdapat beberapa blok yaitu blok masukan, input masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, input disini termasuk metode – metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan yang dapat berupa dokumen – dokumen dasar :
- Blok Model yaitu, blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
- Blok Keluaran yaitu, produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
- Blok Teknologi yaitu, dalam sistem informasi teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirim keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu : Teknisi, Perangkat Lunak, dan Perangkat Keras.
- Blok Basis Data yaitu, kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
- Blok Kendali yaitu, beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal- hal yang dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan – kesalahan langsung dapat cepat diatasi.
3. Pembahasan
Dalam suatu pengembangan sistem informasi, maka dibutuhkan beberapa hal yang sangat berperan penting antara lain data, informasi tahapan pengembangan sistem dan alat pengembangan sistem informasi tersebut.
3.1 Data
Data merupakan bahan yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.
Konsep dasar dari data berkaitan dengan pendeskripsian suatu fakta yang berupa benda, smbol, objek, keadaan, peristiwa, yang dinyatakan dalam kelompok simbol – simbol yang mewakili kuantitas, tulisan, kode, atau gambar. Data disusun untuk diolah dalam bentuk struktur data, struktur file, dan basis data.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pengolahan data menjadi informasi adalah pengolahan data dari bentuk yang tidak berguna menjadi informasi yang berguna bagi penerimanya.
3.2 Informasi
Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan dalam kondisi sekarang maupun yang akan datang.
Telah diketahui bahwa informasi hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Adapun kualitas dari suatu informasi ditentukan oleh tiga hal :
- Informasi harus jelas dan akurat,serta bebas dari kesalahan dan tidak mengandung dualisme (bermakna ganda).
- Tepat waktu, yaitu informasi yang diterima oleh pembuatan keputusan harus datang tepat, karena informasi yang terlambat datangnya, akan menjadi usang dan menjadi tidak bermanfaat bagi penerimanya.
- Relevan, maksudnya informasi tersebut sesuai dengan penerimanya, karena setiap pengambil keputusan baik perorangan ataupun kelompok, sangat relatif bervariasi dalam menentukan kebutuhan kebutuhan informasinya.
3.3 Diagram konteks Sistem Informasi Keuangan Sekolah.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Gambar 3.3 Diagram Konteks Sistem Informasi Pemasukan dan Pengeluaran
- 4. Perancangan Prosedur
4.1 Prosedur Pembayaran SPP
- Pertama-tama siswa memberikan kartu SPP kepada petugas SPP untuk diproses lebih lanjut
- Petugas akan mengecek kartu SPP untuk jenis pembayaran, apabila siswa ada tunggakan maka, selanjutnya petugas mengentri ke komputer kemudian memberitahukannya
- Setelah memberitahukan, selanjutnya kartu SPP diberikan kepada siswa sebagai tanda bukti pembayaran dengan tanda lunas
- Proses selanjutnya bagian SPP melakukan pekerjaan kedua, petugas mengentri untuk merekap data yang masuk hari itu juga
- Setelah dibuat rekapan data, kemudian dibawa kebendahara untuk diberi tanda tangan, sebelumnya bendahara telah memaraf berkas tersebut.
- Bendahara memberikan tanda tangan pada buku laporan, setelah itu bendahara menyerahkan kembali ke bagian SPP untuk diarsipkan sebagai bahan laporan harian.
- Bendahara mengecek data laporan yang masuk dari petugas SPP yang telah dibuat untuk jangka harian, mingguan dan bulanan
- Bendahara memberikan laporan kepada Kepala Sekolah untuk data bulanan sebagai laporan anggaran bulanan berikutnya untuk kegiatan persekolahan.
4.2 Prosedur Tanda Bukti Pengeluaran
- Guru atau karyawan mengajukan pengeluaran kepada bendahara untuk pembelian atau kegiatan persekolahan.
- Bendahara memberikan kuitansi pengeluaran untuk di tanda tangani oleh guru atau karyawan sebagai tanda bukti pengguna pengeluaran.
- Setelah proses penanda tanganan selesai bendahara memberikan sejumlah uang sesuai permintaan dan meminta bon pembelanjaan sebagai bukti pengeluaran untuk diarsipkan.
- Bendahara mencatat dan mengentry guru atau karyawan yang telah menggunakan bukti pengeluaran untuk dicetak.
- Berkas yang di cetak dilaporkan kepada Kepala Sekolah dan Dewan Sekolah untuk penandatanganansebagai langkah penyetujuan pengeluaran.
- Bendahara mengambil kembali berkas yang sudah ditanda tanganioleh Kepala Sekolah dan Dewan Sekolah untuk diarsipkan sebagai laporan bulanan.
4.3 Prosedur Tanda Bukti Penerimaan
- Bendahara PUMC menerima laporan penerimaan bantuan dari bendahara rutin.
- Bendahara memberikan kuitansi pengeluaran untuk ditanda tangani oleh bendahara rutin.
- Setelah proses penandatanganan selesai bendahara rutin memberikan sejumlah uang sebagai bukti penerimaan dana bantuan.
- Bendahara PUMC mencatatat dan mengentry sumber dana penerimaan ke komputer.
- Bendahara PUMC melaporkan kepada Kepala Sekolahdan Dewan Seklah unuk penandatanganan sebagai langkah penyetujuan penerimaan.
5. Kesimpulan dan Saran
Penulis mencoba menarik kesimpulan dan saran dari Sistem Informasi Keuangan Sekolah.
5.1 Kesimpulan
1. Bahwa untuk menerapkan hasil dari perancangan yang dibuat sehingga mampu mengatasi berbagai masalah yang timbul dalam kegiatan pengelolaan keuangan sekolah.
2. Dengan adanya sistem baru maka akan terciptanya suatu sistem informasi yang lebih optimaldan efisien.
3. Memberdayakan sumber daya manusia untuk mengenal dunia IT lebih dalam.
4. Pengarsipan data akan terdokumentasi dengan baik sesuai bagian yang terlibat karena prosedur dari sistem telah jelas.
5. Keamanan data terjamin dengan adanya pembagian otorisasi dan dengan adanya pengamanan di dalam sistem itu sendiri.
5.2 Saran
Dalam sistem informasi Pemasukan dan Pengeluaran keuangan sekolah ini penulis menyarankan untuk menerapkan sistem baru dan harus memperhatikan sebagai berikut :
- Setiap Pemasukan dan Pengeluaran keuangan sekolah yang menyangkut perubahan pelaporan agar lebih terkoordinasi mulai dari alokasi sampai realisasinya.
- Diperlukannya adanya SDM yang dapat menggunakan komputer secara keseluruhan dengan menempatkan personil yang tepat sesuai dengan keahlian masing – masing.
- Diperlukan kesadaran akan pemeliharaan peralatan kantor, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal tanpa adanya gangguan dari peralatan yang mendukung Sistem Informasi Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah.
- Pendokumentasian berkas laporan pemasukan dan pengeluaran harus dilaksanakan dengan baik dan tersusun rapi.
- Melakukan back up file secara rutin, untuk menghindari hilangnya data ataupun kerusakan data yang ada didalam media penyimpanan data.
- Sistem yang diusulkan harus selalu dievaluasi secara rutin dan lebih dikembangkan sehingga perubahan yang tampak jelas dapat dikontrol secara mudah.
Daftar Pustaka
- H.M. Jogianto, Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendektan Strukur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, 1999, Yogyakarta, Andi Offset.
- H.M. Jogianto, Analisis dan Desain Informasi,1999, Edisi Kedua, Yogyakarta, Andi Offset.
- Kadir, Abdul. 2000, Konsep dan
NAMA : RINA RIZKI HARFATIANI
NIM : 0603621
KELAS : C1
JURUSAN : ILMU KOMPUTER
Abstrak
Sistem informasi pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah dilakukan belum maksimal yang mengakibatkan keakuratan data serta pendelegasian tugas setiap bagian masih terjadi kesalahan dalam pemrosesannya.
Sistem informasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu Instansi, dimana sekarang ini suatu Instansi dituntut untuk bekerja lebih cepat dalam segi pelayanan kepada pengguna atau masyarakat yang membutuhkan.
Untuk menangani masalah – masalah yang timbul khususnya pengolahan data serta laporan – laporan yang bersifat strategis maka dirancanglah suatu sistem pemasukan dan pengeluaran keuangan berbasis komputer yang terintegrasi dengan bagian yang terlibat khususnya lingkungan sekolah.
Langkah – langkah yang dilakukan dalam perancangan sistem yang berbasis komputer dan terintegrasi tersebut mulai dengan menganalisis sistem yang lama termasuk dokumen – dokumen yang digunakan, kemudian dirancang suatu sistem baru dengan cara membuat program aplikasi berbasis komputer yang bisa ikut mendukung kegiatan dalam sistem informasi pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah disamping menganalisis kebutuhan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), deskripsi file dan lainnya. Hasil perancangan sistem baru ini diharapkan dapat menyederhanakan, memaksimalkan prosedur dan lebih memudahkan dalam proses pengolahan data, pencarian data serta pencetakannya itu sendiri, permasalahan di atas dapat ditangani dengan penyajian informasi yang efisien, akurat, dan tepat waktu dalam proses sistem informasi pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah.
- 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Sarana peningkatan pengelolaan sistem keuangan di sekolah sangat menunjang untuk kelancaran pendokumentasian atau pelaporan keluar dan masuknya sumber keuangan. Oleh sebab itu kita tidak menutup mata apabila di era yang sangat modern ini sarana sistem informasi bidang keuangan sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran pelayanan yang ada saat ini.
Kondisi pelayanan sistem keuangan yang ada pada saat ini masih manual terutama di lingkungan pendidikan tingkat SMP dan SMA khususnya sekolah – sekolah negeri, dikarenakan keterbatasan sumber daya manusianya. Serta dana yang dimiliki sekolah yang sangat minim dari anggaran yang diberikan oleh pemerintah. Maka untuk menata sistem informasi keuangan demi kelancaran dan kemudahan serta membina segala kebutuhan pelayanan terhadap siswa dan para orang tua dalam pengadministrasian. Dengan semakin meningkatnya ilmu teknologi informasi maka sekolah – sekolah perlu ditunjang oleh sarana IT yang baik agar mempermudah pelayanan. Kurangnya SDM dibidang IT untuk pengadministrasian menjadi kendala bagi setiap sekolah – sekolah negeri, karena lulusan yang ada sangat minim untuk menguasai IT. Kondisi pengelolaan yang ada sekarang masih jauh tertinggal degan kemajuan bidang teknologi informasi karena itu Dinas Pendidikan perlu merekrut atau memberikan pelatihan yang lebih kontinue untuk menunjang kegiatan pengadministrasian di sekolah dan terus berupaya meningkatkan performasi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat atau siswa.
Pada Dinas Pendidikan khususnya lingkungan sekolah muncul suatu masalah dalam segi pelayanan administrasi keuangan, yang terpenting adalah pembuatan Sistem Informasi Keuangan yang akan tertata lebih baik, dalam segi pengeluaran dan pemasukan. Dalam proses pelayanan atau pelaporan nantinya akan lebih cepat dan akurat. Apalagi bentuk pelayanan manual yang sekarang ini cenderung lambat dan menimbulkan kekeliruan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna sistem informasi keuangan berbasis IT, dan belum ada pengolahan datanya, mulai dari entry data siswa hingga sumber – sumber yang menunjang kegiatan persekolahan terutama keuangan data dan pencetakan siatem keluar dan masuknya keuangan yang masih berbentuk manual dimana proses ini memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan satu laporan dalam bentuk harian,mingguan, bulanan,bahkan tahunan.
Melihat kondisi seperti ini penulis tertarik untuk mengembangkan sistem manual ke sistem komputerisasi mulai dari proses pengolahan data, pengentryan data sampai dengan pencetakan kartu atau kwitansi SPP siswa dan pelaporan. Untuk membuat sistem tersebut diperlukan perangkat lunak sebagai alat untuk melakukan pemrosesan.
Sistem informasi pelayanan keuangan ini sangat cocok bagi sekolah – sekolah yang notabene nya banyak menerima bantuan dari pihak pemerintah. Dengan bantuan komputer akan membantu kelancaran berjalannya sistem keuangan sekolah. Pengembangan suatu sistem informasi sering memiliki beberapa masalah, misalnya sumber daya manusia atau fasilitas yang tersedia kurang memadai atau tidak sesuai dengan teknologi informasi itu sendiri. Sistem informasi pelayanan keuangan sekolah ini, bukanlah dimaksudkan untuk meniadakan semua kemungkinan terjadinya kesalahan atua human error dan kalaupun kesalahan terjadi maka hal itu dapat diatasi dengan cepat.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan laar belakang masalah yang telah dikemukakan,identifikasi masalahnya antara lain :
- Bagaimana melakukan proses pengolahan basis data?
- Bagaimana penerapan sistem informasi pelayanan keuangan sekolah yang baik?
- Bagaimana system informasi pelayanan keuangan sekolah ini dapat memberikan konstribusi dalam mengolah laporannya?
- Bagaimana usaha sekolah khususnya Dinas Pendidikan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia?
- 2. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
Sistem informasi dalam suatu organisasi dikembangkan karena adanya dasar – dasar pertimbangan sebagai berikut :
- Pertumbuhan organisasi dalam organisasi kecil, system informasinya berkembang secara alamiah dan tidak terencana karena permasalahan yang dihadapi relatif sederhana, sedangkan dalam organisasi yang cukup besar , system informasi harus dirancang dan dikembangkan secara sistematik karena permasalahan yang dihadapinya lebih kompleks.
- Dengan adanya system informasi yang tidak disesuaikan kebutuhan masing – masing organisasi biasanya terjadi permasalahan yang menyangkut integritas system dan kodefikasi informasi bila terjadi tukar menukar informasi diantara unit – unit informasi.
Merujuk dari pengertian diatas maka dalam hal ini perlu kiranya dijelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan Sistem informasi keuangan sekolah adalah system pengelolaan keuangan yang berbasis manajemen sekolah diman system pelaporan mulai dari tingkat bawah hingga tingkat atas seperti kepala sekolah dan komunitas sekolah. Kepala sekolah sebagai orang yang mengambil keputusan sedangkan Komite Sekolah sebagai pengontrol alur keuangan yang bersumber dari masyarakat khususnya orang tua siswa ataupun sumber lain
Komponen – komponen dalam sistem informasi terdapat beberapa blok yaitu blok masukan, input masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, input disini termasuk metode – metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan yang dapat berupa dokumen – dokumen dasar :
- Blok Model yaitu, blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
- Blok Keluaran yaitu, produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
- Blok Teknologi yaitu, dalam sistem informasi teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirim keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu : Teknisi, Perangkat Lunak, dan Perangkat Keras.
- Blok Basis Data yaitu, kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
- Blok Kendali yaitu, beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal- hal yang dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan – kesalahan langsung dapat cepat diatasi.
3. Pembahasan
Dalam suatu pengembangan sistem informasi, maka dibutuhkan beberapa hal yang sangat berperan penting antara lain data, informasi tahapan pengembangan sistem dan alat pengembangan sistem informasi tersebut.
3.1 Data
Data merupakan bahan yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.
Konsep dasar dari data berkaitan dengan pendeskripsian suatu fakta yang berupa benda, smbol, objek, keadaan, peristiwa, yang dinyatakan dalam kelompok simbol – simbol yang mewakili kuantitas, tulisan, kode, atau gambar. Data disusun untuk diolah dalam bentuk struktur data, struktur file, dan basis data.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pengolahan data menjadi informasi adalah pengolahan data dari bentuk yang tidak berguna menjadi informasi yang berguna bagi penerimanya.
3.2 Informasi
Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan dalam kondisi sekarang maupun yang akan datang.
Telah diketahui bahwa informasi hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Adapun kualitas dari suatu informasi ditentukan oleh tiga hal :
- Informasi harus jelas dan akurat,serta bebas dari kesalahan dan tidak mengandung dualisme (bermakna ganda).
- Tepat waktu, yaitu informasi yang diterima oleh pembuatan keputusan harus datang tepat, karena informasi yang terlambat datangnya, akan menjadi usang dan menjadi tidak bermanfaat bagi penerimanya.
- Relevan, maksudnya informasi tersebut sesuai dengan penerimanya, karena setiap pengambil keputusan baik perorangan ataupun kelompok, sangat relatif bervariasi dalam menentukan kebutuhan kebutuhan informasinya.
3.3 Diagram konteks Sistem Informasi Keuangan Sekolah.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Gambar 3.3 Diagram Konteks Sistem Informasi Pemasukan dan Pengeluaran
- 4. Perancangan Prosedur
4.1 Prosedur Pembayaran SPP
- Pertama-tama siswa memberikan kartu SPP kepada petugas SPP untuk diproses lebih lanjut
- Petugas akan mengecek kartu SPP untuk jenis pembayaran, apabila siswa ada tunggakan maka, selanjutnya petugas mengentri ke komputer kemudian memberitahukannya
- Setelah memberitahukan, selanjutnya kartu SPP diberikan kepada siswa sebagai tanda bukti pembayaran dengan tanda lunas
- Proses selanjutnya bagian SPP melakukan pekerjaan kedua, petugas mengentri untuk merekap data yang masuk hari itu juga
- Setelah dibuat rekapan data, kemudian dibawa kebendahara untuk diberi tanda tangan, sebelumnya bendahara telah memaraf berkas tersebut.
- Bendahara memberikan tanda tangan pada buku laporan, setelah itu bendahara menyerahkan kembali ke bagian SPP untuk diarsipkan sebagai bahan laporan harian.
- Bendahara mengecek data laporan yang masuk dari petugas SPP yang telah dibuat untuk jangka harian, mingguan dan bulanan
- Bendahara memberikan laporan kepada Kepala Sekolah untuk data bulanan sebagai laporan anggaran bulanan berikutnya untuk kegiatan persekolahan.
4.2 Prosedur Tanda Bukti Pengeluaran
- Guru atau karyawan mengajukan pengeluaran kepada bendahara untuk pembelian atau kegiatan persekolahan.
- Bendahara memberikan kuitansi pengeluaran untuk di tanda tangani oleh guru atau karyawan sebagai tanda bukti pengguna pengeluaran.
- Setelah proses penanda tanganan selesai bendahara memberikan sejumlah uang sesuai permintaan dan meminta bon pembelanjaan sebagai bukti pengeluaran untuk diarsipkan.
- Bendahara mencatat dan mengentry guru atau karyawan yang telah menggunakan bukti pengeluaran untuk dicetak.
- Berkas yang di cetak dilaporkan kepada Kepala Sekolah dan Dewan Sekolah untuk penandatanganansebagai langkah penyetujuan pengeluaran.
- Bendahara mengambil kembali berkas yang sudah ditanda tanganioleh Kepala Sekolah dan Dewan Sekolah untuk diarsipkan sebagai laporan bulanan.
4.3 Prosedur Tanda Bukti Penerimaan
- Bendahara PUMC menerima laporan penerimaan bantuan dari bendahara rutin.
- Bendahara memberikan kuitansi pengeluaran untuk ditanda tangani oleh bendahara rutin.
- Setelah proses penandatanganan selesai bendahara rutin memberikan sejumlah uang sebagai bukti penerimaan dana bantuan.
- Bendahara PUMC mencatatat dan mengentry sumber dana penerimaan ke komputer.
- Bendahara PUMC melaporkan kepada Kepala Sekolahdan Dewan Seklah unuk penandatanganan sebagai langkah penyetujuan penerimaan.
5. Kesimpulan dan Saran
Penulis mencoba menarik kesimpulan dan saran dari Sistem Informasi Keuangan Sekolah.
5.1 Kesimpulan
1. Bahwa untuk menerapkan hasil dari perancangan yang dibuat sehingga mampu mengatasi berbagai masalah yang timbul dalam kegiatan pengelolaan keuangan sekolah.
2. Dengan adanya sistem baru maka akan terciptanya suatu sistem informasi yang lebih optimaldan efisien.
3. Memberdayakan sumber daya manusia untuk mengenal dunia IT lebih dalam.
4. Pengarsipan data akan terdokumentasi dengan baik sesuai bagian yang terlibat karena prosedur dari sistem telah jelas.
5. Keamanan data terjamin dengan adanya pembagian otorisasi dan dengan adanya pengamanan di dalam sistem itu sendiri.
5.2 Saran
Dalam sistem informasi Pemasukan dan Pengeluaran keuangan sekolah ini penulis menyarankan untuk menerapkan sistem baru dan harus memperhatikan sebagai berikut :
- Setiap Pemasukan dan Pengeluaran keuangan sekolah yang menyangkut perubahan pelaporan agar lebih terkoordinasi mulai dari alokasi sampai realisasinya.
- Diperlukannya adanya SDM yang dapat menggunakan komputer secara keseluruhan dengan menempatkan personil yang tepat sesuai dengan keahlian masing – masing.
- Diperlukan kesadaran akan pemeliharaan peralatan kantor, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal tanpa adanya gangguan dari peralatan yang mendukung Sistem Informasi Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah.
- Pendokumentasian berkas laporan pemasukan dan pengeluaran harus dilaksanakan dengan baik dan tersusun rapi.
- Melakukan back up file secara rutin, untuk menghindari hilangnya data ataupun kerusakan data yang ada didalam media penyimpanan data.
- Sistem yang diusulkan harus selalu dievaluasi secara rutin dan lebih dikembangkan sehingga perubahan yang tampak jelas dapat dikontrol secara mudah.
Daftar Pustaka
- H.M. Jogianto, Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendektan Strukur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, 1999, Yogyakarta, Andi Offset.
- H.M. Jogianto, Analisis dan Desain Informasi,1999, Edisi Kedua, Yogyakarta, Andi Offset.
- Kadir, Abdul. 2000, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, Yogyakarta, Andi Offset.
- http://sistem informasi keuangan sekolah.com/2009
- http://pdf ilmu computer.org/2009
- Tuntunan Praktis Basis Data, Yogyakarta, Andi Offset.
- http://sistem informasi keuangan sekolah.com/2009
- http://pdf ilmu computer.org/2009